Assalamualaikum…..
Bismillahirrahmanirrahim.
Shalawat dan salam moga tercurah pada nabi penutup zaman.

       Mesin 2 TAK memang maknyusss…dengan volume konstruksi mesin yang sama dengan 4TAK, tenaga yang dihasilkan rata-rata 2 kalinya. Gak heran karena dari langkah kerjanya, 2TAK memang menghasilkan sekali tenaga dalam 2 langkah kerjanya, sedang 4TAK membutukan 4 langkah kerja untuk mendapatkan sekali tenaga.

       Namun sayang, seperti dikatakan di judul, 2TAK memang membawa cacat bawaan lahir (ditinjau dari sisi lingkungan), yaitu melibatkan proses pembakaran oli samping dalam langkah kerjanya. Lain dengan 4TAK yang proses pelumasannya tidak menjadikannya ikut membakar oli dalam langkah prosesnya.

       Di era sekarang, teknologi pereduksi polusi sudah diaplikasikan, termasuk di kendaraan 2TAK. Namun fenomena yang terjadi, seiring waktu, secara ekstrim bisa saya katakan piranti2 itu biasanya oleh sebagian pemilik kendaraan pada akhirnya akan dibiarkan tidak berfungsi bahkan dilepas karena pertimbangan anggaran biaya perawatan. Singkat kata (secara ekstrim sekali lagi), sebagian pengendara hanya menyisakan komponen pokok dari suatu mesin, yaitu mesin yang menghasilkan tenaga itu sendiri.

      Di sinilah mulai timbul masalahnya. Mesin 2TAK tidak bisa menyembunyikan cacat bawaan lahirnya. Asap hasil pembakaran oli samping dan tentu saja ditambah sisa mixture hasil pembakaran mixture tak sempurna menjadi sesuatu yang tidak bagus bagi lingkungan. (Asumsi: kedua mesin ini masih memiliki seal2 yang masih bagus.)

       Mungkn secara gampangnya, tahankah anda berada di belakang bajaj dan kendaraan-kendaraan 2TAK yqng sudah berumur. Dan jangan lupa…kendaraan 2TAK mutakhir, pada waktunya akan menambah daftar kendaraan 2TAK yang sudah berumur.

(2TAK lover jangan panas ya…gini2 saya jg 2TAK lover, jambakan n gemerincingnya ngangenin)

About these ads